Ujung Kulon #3 (12 May 2013)
The real adventure was canoeing!!

I would be very grateful if i met rhinoceros, unfortunately only snake and alligator that shown up :(
The real adventure was canoeing!!

I would be very grateful if i met rhinoceros, unfortunately only snake and alligator that shown up :(
Day #2 Tracking Pulau Peucang
hello, deer :)

Karang Copong

here we go, Taman Nasional Ujung Kulon..
Day #1 Pulau Peucang
let me describe the way you live there. woods is you backyard, beach is your swimming pool, and monkeys, wild boars and deers are your pet.


see, it’s heaven ;)
Well, kenapa Saya begitu keras kepala untuk menjadi wanita mandiri dari segi apa pun? dan kenapa Saya begitu benci bergantung kepada orang lain?
This is because of my Daddy.
oh well, let me say thank to him, who gave me a lot of reason to stay struggling.
yeah, I through it, Dad!
Beliau mengajarkan bahwa Saya tidak boleh menggantungkan kehidupan
Saya kepada orang lain.
Beliau mengajarkan Saya untuk mengerti bahwa Ibu telah memberikan segala yang dimilikinya untukku sampai tak ada lagi yang tersisa untuk aku minta.
Beliau mengajarkan bagaimana caranya membuktikan pada mereka yang meragukan Saya, bahwa mereka salah menilai Saya. bukan dengan kata, tapi dengan penapaian.
Beliau mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, Saya harus bekerja keras. bukan hanya untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, tapi hasil dari keringat sendiri akan membuahkan kebahagiaan.
Beliau juga mengajarkan, bahwa bukan hanya lelaki yang mampu menjaga keluarga. Bahwa aku juga harus mampu.
Aku tidakhidup dalam kekurangan, bila itu yang kalian pikirkan. Sebenarnya tidak sesulit itu untuk mendapatkan yang aku mau. Hanya saja Bapak tak pernah membuatnya mudah untukku.
Dan Saya, menaruh harga diri Saya jauh tinggi di atas sana, itu kenapa aku tak pernah merajuk untuk mendapatkan sesuatu darinya.
Sampai di satu waktu Beliau bertanya,
“apa yang kamu butuhkan?”
dengan kepala tegak dan yakin Saya katakan
“Tidak, Saya sudah memiliki semua yang saya butuhkan tanpa bantuanmu sejak awal. Jangan khawatirkan Saya, jangan khawatirkan kami. Kami saling menjaga”
Yes Daddy, we’re doing just fine.
just stay there and we’ll be okay :)
Mungkin hati ini sudah terlalu nyaman di sana, di tempatmu..
Sampai ia lupa, ia milikku, bukan milikmu.
Ia menjadikanmu rumah,
Tempatnya mencari keteduhan.
Dan kamu tak menyadarinya,
Mungkin karena ia datang diam-diam dan perlahan menyusup bersama waktu.
Hingga kamu menjadi terbiasa atas keberadaannya sampai hampir tak merasakan kehadirannya.
Atau mungkin hanya karena kamu takut kehilangan bagian kecil pengisi kehidupanmu,
Jadi kamu biarkan saja hatiku diam di sana, sebagai teman di saat sendiri.

Bahagia itu kita yg nentuin sendiri.
Seharusnya.
Ga boleh bahagianya kita ditentuin orang lain.
“I am defining my own happiness”
Ini, yg keluar dr pikiran gw setelah nangis-nangis heboh kemarenan.
Knp gw bisa sesedih itu?
Karena tanpa sadar, gw bikin kebahagiaan gw bergantung sama orang lain.
Tanpa sadar, gw ngebiarin orang itu ngatur2 mood gw.
Dan itu nyiksa!!
Iya, jd skrg gw belajar untuk less expecting. I do what I want, Not what others wanna see from me.
Jd, apa pun yg gw lakuin, semata-mata buat diri gw, bukan buat orang lain.
Gw bisa jd orang tuli, biar ga denger judge orang2 yg bahkan ga pernah tau tgl lahir gw.
Gw bisa jd orang buta, biar ga liat cara orang mandang gw, pdhl mereka ga tau hal macam apa yg gw hadapi untuk mencapai tempat ini.
Gw juga bisa jd orang bisu, untuk ga ngebales hinaan orang yang mana mereka bakal nelen omongannya sendiri karena capek hati kl mrk tau betapa gw manusia kepala batu.
I don’t give a shit for those things.
Karena pada akhirnya, kita ga bisa bikin semua orang bahagia, pasti bakal tetep ada pihak yg entah bagaimana bakal ngerasa disakitin.
Itu kenapa, kadang ga dengerin kata orang ada bagusnya..
aku penikmatmu diam diam
menatapmu penuh tanpa rasa bosan
aku penikmatmu diam diam
mendengar candamu dengan tawa penuh tahan
aku penikmatmu diam diam
membayangkanmu sepanjang jalan
aku penikmatmu diam diam
yang semakin mendalam secara perlahan
aku penikmatmu diam diam
yang tak akan pernah kau perhitungkan
(via ireadintothings)